1.
Rahasia
Nama ku Kinara Olivia.
Aku seorang gadis yang hari ini berumur tujuh belas tahun. Seorang
gadis, yang banyak orang mengatakan, bahwa aku termasuk gadis yang
pendiam, jika dilihat dari luar. Namun, aku gadis yang sangat
mengasyikkan, jika sudah melihat dari dalam.
Untuk pengenalan awal,
aku rasa nama ku sudah cukup. Kalian tak perlu tahu, apa status ku,
golongan darahku, zodiak ku, bahkan makanan kesukaan ku. Karna semua
itu, akan kalian dapatkan dari ceritaku.
Sebelum aku memulai untuk bercerita tentang kisahku, izinkan aku menanyakan satu hal kepada kalian. Pernahkah, kalian berpikir, bahwa kehidupan yang kalian jalani, diluar akal sehat?
Aku percaya, kalian tak
pernah memikirkan hal itu. Namun, di cerita ini, kalian akan mendengar
sebuah kisah, yang sulit diterima oleh akal sehat, dan tak memugkinkan
untuk terjadi. Tapi, percaya atau tidak percaya, inilah kisahku.
**
Pagi ini, cahaya mentari
datang melintasi kamarku. Cahaya nya masuk melalui cela-cela
kamarku.Cahaya nya cukup terang, membuat mataku tak tahan berlama-lama
menghindari sinar nya. Dan dengan paksaan yang begitu besar, akhirnya
aku memberanikan diri untuk membuka mata ku, untuk melihat, betapa
terang nya sinar mentari pagi ini.
Disaat tubuhku mulai
beranjak dari tidurku, aku mendengar suara berisik dari ujung kamarku.Ku
dengar perlahan, dan akhirnya aku tau asal dari suara itu. Suara yang
dihasilkan, dari keributan untuk menyambut hari ulang tahun yang akan
diadakan secara berar-besaran dirumah mewah ini.
Namun, bukan nya keluar
dari kamar untuk menyaksikan persiapan itu, aku malah berjalan menuju
kamar mandi ku, untuk bersiap-siap berangkat kesekolah. Karna hari ini,
aku sudah memiliki niat, tak akan berlama-lama di dalam rumah yang
dominan berwarna putih ini.
**
Sesuai dengan niatku
untuk tak berlama-lama didalam rumah ini, aku segera membuka pagar
rumah, dan hendak meninggalkan rumah. Namun, disaat langkah ku masih
berada diantara angin dan aspal, aku mendengar suara yang tak asing
ditelinga ku, memanggil nama ku.
" Nara!!" Teriak seorang lelaki yang datang menghampiri ku
Nama lelaki itu adalah
Arya Wijaya. Dia sahabat, sekaligus tetangga ku sejak kecil. Aku dan
Arya sangat dekat, bahkan sudah seperti saudara sediri. Arya adalah
seorang pria yang sangat dingin kepada gadis lain, namun sangat hangat
kepadaku. Arya memiliki banyak kelebihan. Selain tampan, dia juga sangat
pintar. Dia merupakan salah satu sang juara dikelasku. Dan tunggu..
bukan hanya sekedar itu, dia juga merupakan wakil ketua OSIS di
sekolahku, dan banyak di sukai oleh para guru.
Dan jika bercerita
tentang keluarga nya, Arya merupakan anak tunggal dari pengusaha sukses
di Indonesia. Ya,, Bunda yang telah melahirkan Arya pemilik salah satu
perusahaan entertainment terbaik di Indonesia. Dan tentu, hal itu sangat membuat Arya bangga padanya.
Berbicara tetang bunda
Arya, pasti kalian berpikir tentang Ayahnya. Baiklah, akan ku jelaskan.
Ayah Arya merupakan seorang hakim di salah satu pengadilan di Jakarta.
Namun, yang aku tahu, sudah lama Arya tak bertemu dengan Ayahnya,
walaupun keberadaan dia dan Ayahnya cukup dekat. Hal itu terjadi, karna
kedua orang tua Arya, sudah bercerai cukup lama. Dan kini, Arya hanya
dibesarkan oleh seorang ibu yang single parent.
Namun, status single parent yang
disandang oleh Bunda nya, tak membuat kehidupan Arya berbeda dengan
anak lain nya. Arya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, dan
mendapatkan material dari ibu yang sudah berperan seperti seorang ayah
olehnya.
" Selamat ulang tahun Ra " ucap Arya yang membuat lamunan tentang keluarga nya buyar dikepala ku
Dengan sebuah cake cokhlat yang ada di depan dada nya, Arya pun tersenyum kepadaku.
" Nggak nyangka, udah tujuh belas tahun kamu sekarang " Ucapnya mengelus rambutku pelan
Dan satu hal lagi, di dalam dunia ini, hanya Arya lah yang mengingat hari kelahiran ku, dan juga Bunda.
" Makasih Ya " jawabku memeluk nya
" Tiup lilin nya " ucap nya melepaskan pelukan ku
Lilin berangka kan tujuh belas itupun padam.
" Kamu mimpi nggak semalam ?" tanya Arya menyuapkan ku, kue berwana cokhlat tersebut
" Nggak,bersyukur banget, tadi malam nggak mimpi. Jadi hari ini, kita nggak bkalan di pusingin sama mimpi aku " jawabku
" Syukurdeh kalau gitu.
Tapi.. kalau kamu mimpi, langsung telfon aku!. Jangan hadapi semua nya
sendirian lagi. Oke?" tanya nya menggelus rambutku lagi. Kebiasaan.
" Iya " jawabku melangkah kan kaki
**
Sesampainya disekolah,
aku dan Arya segera menuju kelas. Berhubung kelas ku dan Arya sama, jadi
aku selalu berjalan disamping nya. Dan disaat aku sudah berada dikelas,
aku pun duduk di samping nya. Banyak orang yang mengatakan "dimana ada
Arya, disitu ada Kinara", dan kenyataan nya, memang seperti itu.
" Malam ini, kamu kerja ?" tanya Arya yang duduk disebelah ku
" Iya, kenapa ?" tanya ku
" Gimana setelah kamu kerja, kita rayain ulang tahun kamu, di rumah pohon?" tanya Arya dengan senyum yang menghiasi pipi nya
" Oke " jawabku
Mata ku yang awalnya
terfokus dengan wajah Arya, kini beralih dengan kedatangan seorang gadis
cantik, yang berada didepan kelas. Kedatangan gadis itu, membuat seisi
kelas jadi berisik tak karuan, seperti biasa.
" Happy birthday Kanya Salsabila " teriak seorang gadis memeluknya
" Kanya, birthday party nya jadi kan dirumah kamu ?" teriak semua gadis dikelasku
" Jadi kok, kalian
jangan lupa datang ya. Kali ini ulang tahun gue bakalan seru banget.
Jadi kalian bakalan nyesal kalau nggak datang "
Kanya Salsabila, dia
gadis cantik yang banyak di idolakan di sekolah ku. Dia bukan hanya
sekedar cantik, dia ketua OSIS sekaligus juara kelas di disekolah ku
ini. Dia terlahir dari kedua orang tua yang sangat kaya raya. Banyak
gadis lain yang sangat iri dengan kekayaan dan juga kecantikan nya.
Dan hari ini, adalah
hari kelahiran nya. Semua orang sangat menantikan hari kelahiran seorang
Kanya Salsabila. Karena setiap tahun nya, acara hari kelahiran Kanya, akan di adakan secara besar-besaran.
Dan kini, aku akan
memberikan sedikit informasi mengenai hubungan ku dan Kanya. Pastinya
kalian berpikir, apakah benar, ulang tahun ku, sama dengan ulang tahun
Kanya ?
Dan jawaban nya, adalah iya.
Ulang tahun Kanya sama
dengan ulang tahun ku, bukan sebuah kebetulan ataupun sebuah takdir.
Alasan ulang tahun ku sama dengan ulang tahun nya adalah sebuah kutukan
bagiku.Karna hanya dirinya yang di inginkan untuk terlahir ke dunia ini,
dan berbeda dengan ku, yang tak pernah seorang pun yang menginginkan
aku untuk terlahir.
Kanya adalah orang
pertama yang ku lihat saat mata ku mulai bisa melihat. Kanya adalah
gadis kecil yang tangan nya selalu ku genggam di saat aku merasakan
ketakutan di dalam ruangan yang sangat gelap, yang tak tau entah
dimana.Kanya adalah makhluk pertama yang menemani ku melihat apa itu
dunia. Namun setelah sampai nya kami di dunia, aku tak pernah lagi
berbicara ataupun menggengaam tangan nya. Karna dengan sengaja, aku dan
Kanya dipisahkan tanpa tau alasan nya.
Aku dan Kanya memiliki
banyak perbedaan , namun memiliki satu persamaan. Persamaan ku dan dia
adalah memiliki wajah yang sama. Sangat sama, bahkan awalnya banyak yang
tak bisa membedakan ku dengan Kanya, tapi dengan berjalan nya waktu,
kecantikan Kanya lebih terlihat, dan membuat ku seperti seseorang yang
terbuang.
Secara aliran darah,
Kanya adalah saudara kembarku. Namun, kami bukan seperti saudara kembar
seperti biasa nya. Aku dan Kanya berbeda, kami tak pernah berbicara,
tidur bersama, makan bersama, ataupun memiliki baju yang sama seperti
layaknya saudara kembar yang lain nya.
Aku dan Kanya berbeda.
Hanya darah yang sama yang membuat kami saudara. Akan tetapi dalam
kehidupan nyata, aku dan Kanya bukanlah seseorang yang saling mengenal
satu sama lain.
Persamaan wajah bukan
mengatakan seseorang kembar dalam hidupnya, bukan melambangkan bahwa
mereka adalah saudara. Bagiku persamaan wajah ku dengan Kanya adalah hal
yang paling menyeramkan dalam kehidupan ku. Karna dengan persamaan
wajah itu, membuatku kehilangan kedua orang tua ku.
**
Malam menghampiri,
langit sangat bersinar terang malam ini. Banyak bintang yang
berloma-lomba memperlihatkan betapa terang nya cahaya yang mereka
keluarkan malam ini. Namun berbeda dengan ku, malam ini cahaya bintang
tak dapat kunikmati dengan jelas. Karna malam ini aku harus bekerja
seperti hari sebelumnya.
Aku bekerja sudah lama,
di tempat kerja ini lah aku merasakan kenyamanan. Karna disini aku dapat
melihat banyak orang yang berlalu lalang di depan ku, banyak orang yang
tertawa bahkan menangis di temani secangkir kopi panas. Rasanya sangat
bahagia bisa melihat banyak orang yang bahagia menjalani kehidupan ini.
Malam ini adalah malam yang mana di selenggarakan nya birthday party yang sangat mewah dirumah ku. Bukan party untuk menyambut ulang tahun ku, melainkan party untuk menyambut ulang tahun dari saudara kembar ku.
KANYA POV
Malam ini adalah malam
yang sangat ku tunggu-tunggu. Malam ini terasa sangat indah dengan
banyak nya lampu yang berkedip-kedip menghiasi pesta ku. Banyak tamu
yang berhamburan datang,mereka terlihat sangat menyukai pesta ku malam
ini.
" Happy birthday sayang, mama sama papa terpukau banget, sama kecantikan kamu malam ini" ucap mama yang menghampiri ku
" Makasih ma pa, pesta
ulang tahun nya mewah banget. Kanya suka banget. Sekali lagi,
terimakasih ya mama..papa.." ucapku memeluk kedua orang tua ku
KAYA POV END
**
Kaki ini melangkah pelan, rasanya tak ingin melangkah kaki
menuju rumah, namun harus ku langkah kan. Namun sesuai dengan dugaan
ku, aku pasti akan menemukan hal yang sama dengan tahun sebelum nya,
yaitu hiasan ulang tahun yang selalu ku idam-idamkan sedari dulu.
Hiasan ulang tahun, yang tak akan pernah aku dapatkan dari kedua orang
tua ku.
Tak ingin berlama-lama
dengan kesedihan ini, aku pun melangkah kan kaki menuju luar rumah untuk
melupakan semua kejadian hari ini.
" Nara " terdengar suara yang tak asing lagi memanggilku
" Udah selesai kerja ?" tanya Arya yang kini berada disebelahku
" Udah, gimana kalau kita langsung kerumah pohon? aku benar-benar lagi nggak mau dirumah nih"
" Oke" Arya menggenggam tangan ku dan berjalan dengan kecepatan penuh, seperti motor balap
Sesampainya dirumah
pohon, aku melihat hal yang indah dalam hidupku. Rumah pohon yang biasa
nya hanya dihiasi dengan foto ku dan Arya. Kini berubah dengan hiasan
ulang tahun yang memukau, penuh dengan balon biru sesuai dengan warna
kesukaan ku.
" Happy birthday Nara, cuma ini yang bisa aku kasih. Semoga kamu suka "
Air mata ini mengalir,
tak percaya bahwa Arya akan memberikan semua kejutan ini disetiap ulang
tahunku. Dia bukan saudara ku, bahkan bukan keluarga ku. Tapi hanya dia
satu-satu nya yang selalu menjadi bagian hidupku yang berarti.
" Jangan pernah sedih lagi ya, aku tahu kamu pasti kuat menjalani ini semua " ucapnya mengelus rambutku
" Makasih ya, karna kamu selalu ada disetiap ulang tahun ku "
Arya mengggenggam tangan
ku dan berkata " Ra, aku masih belum ngerti sama kedua orang tua kamu,
dan tentunya juga sama saudara kembar kamu, Kanya. Kenapa sih, mereka
masih belum bisa menerima kehadiran kamu ?" tanya Arya yang membuat ku
terdiam
Benar yang dikatakan
oleh Arya, sampai sekarang aku tak pernah tahu alasan kenapa aku masih
belum diterima di dalam keluarga itu. Dan aku juga tak bisa bertanya
kepada siapapun, bahkan seperti nya kembaran ku pun juga tak mengetahui
alasan tersebut. Semua alasan itu hanya menjadi rahasia diantara kedua
orang tuaku.
Bersambung...

Komentar
Posting Komentar