Langsung ke konten utama

I'm Not a Twin

 
Aku Kinara Olivia.

Terlahir tanpa ada yang mengharapkan ku. Entah apa yang salah dari hidupku? Karna tak ada satupun yang  menginginkan kelahiran ku dimuka bumi ini?

Aku memiliki sebuah kelebihan, tapi aku tak tahu apakah kelebihan itu akan selama nya menjadi kelebihan?
Terkadang aku berfikir jika kelebihan itu adalah kekuranganku?

Aku terlahir tak seorang diri kedunia ini. Namun ada yang menemaniku. Menemaniku disaat aku masih berada didalam ruangan gelap gulita. Orang menyebutnya rahim. Setelah aku terlahir kedunia, aku tak pernah bertegur sapa dengan seseorang yang pertama kali ku lihat disaat mata ku mulai bisa melihat.

Dan satu pertanyaan ku untuknya dari dulu sampai saat ini.
Apakah aku salah terlahir sebagai kembaran mu?

Semua orang sangat ingin mewujudkan mimpinya dimasa SMA. Namun berbeda dengan ku, aku ingin semua mimpiku tak pernah terwujud. Dan yang bisa membantu ku untuk tak mewujudkan mimpiku adalah sahabat ku Arya Wijoyo.

Perjalanan hidup ku penuh dengan ketegangan! Kesalahan! Dan semua penyesalan. Sebuah tanda tanya kini bergelantung didalam otakku.

Siapakah diriku?
Apakah aku benar Kinara Olivia?


Pemain:

Kinara Olivia
Kanya Salsabila
Arya Wijoya
David Putra Surya
Nanda Erlangga Suryo
Amanda Erlangga Suryo
Hanum Bila Rani (Mama Kanya & Kinara)
Salsudo Bramasta (Papa Kanya & Kinara)
Maryam Anggraini Beachti (Bunda Arya)
Husen Suryo ( Papa Nanda & Amanda)
Intan Dinigrat ( Mama Nanda & Amanda)
Aryani Wiliawati ( Nenek Kanya & Kinara)
Hani Anggaraini ( Tente Arya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm Not a Twin ( Part 2 )

2. Mimpi Pertama " Jangan!!"  Teriakku disaat mimpi buruk lagi-lagi datang menghampiriku. Tubuh ku mulai tak karuan, panas dingin yang ku rasakan. Tangan ku mulai gemetaran seperti mendapatkan goncangan yang sangat dahsyat. Dengan kecepatan yang penuh, tanganku segera meraih handphone yang ada di dekat lampu tidurku. " Ha-lo A-r-ya " ucapku sangat gugup " Kenapa Ra? Mimpi lagi?" terdengar suara Arya diujung handphone ku " Iy-a" jawabku masih gugup " Gimana? Kali ini siapa yang kamu lihat di mimpi kamu?" tanya Arya yang membuat ku menangis " Kenapa? Apa dia orang yang kamu kenal? Atau, orang yang dekat sama kamu?" tanya Arya lagi " Mama Ya, yang aku lihat di mimpi ku " ucapku kembali menangis Diam. Tak ada satu orang pun yang berbicara.  " Gimana kejadian nya? " tanya Arya " Setelah hari ulang tahun Kanya, mama berencana untuk pergi bersama Kanya kesalah satu b...

I'm Not a Twin ( Part 4 )

4. Kenyataan Berbeda " Nara? Kamu mau beli apa? Biar aku yang traktir" ucap Arya disaat kami melihat beberapa baju disalah satu toko di mall " Aku lagi nggak mau beli apapun, kamu aja yang pilih pakaian yang cocok untuk mu " " Ayo lah Ra, aku pengen banget beliin kamu sesuatu. " " Lihat, aku banyak uang" lanjutnya memperlihatkan beberapa uang ditangan nya " Kamu dapat uang dari mana?" tanya ku " Kamu nggak usah tahu,yang jelas kita beli pakaian untuk kamu. Oke?" " Jangan bilang, kamu nyuri uang Bunda?" tanya ku curiga " Dasar kamu ini, aku sama sekali nggak nyuri uang bunda, ini bun.." Arya terhenti dan melanjutkan " Ini uang jajan ku yang nggak kepakai, jadi kita gunain aja. Aku benar-benar nggak tahu mau aku apakan uang ini" ucapnya dengan meyakinkan " Kita beli pakaian untuk kamu ya? Ya Nara? " ucap Arya membujukku Dan Arya terlihat sangat girang bah...

Bukan Pemeran Utama ( Part 3 )

Rasa nyaman tak pernah di undang datang nya. Dan ketika ia datang, tak bisa di tolak. Hanya bisa menikmati nya, dan akan membuat hati bertanya. Apakah berhenti dirasa ini, atau akan ada rasa baru yang akan datang? - Ayana Olina Barsha - *** Pagi itu Gevan sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan lamaran nya nantik siang. Gevan sudah menemukan perempuan yang ia anggap layak untuk mendapatkan nya. Sudah beberapa bulan Gevan mendekati cewek yang bernama Dinda Aryani, anak Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas nya.  Dan Gevan yakin, lamaran nya kali ini akan di terima oleh Dinda. Secara mereka sudah sangat dekat dan sering menikmati waktu berdua akhir-akhir ini. Dan tidak ada alasan untuk Dinda menolak cowok tampan yang satu ini.  Berbeda dengan Gevan, Ayana malah di pusingkan dengan pilihan antara dia ke Pekanbaru atau tidak. Kenzio masih belum memastikan kepada Ayana, apakah ia boleh ikut dengan keluarga nya atau tidak...