Langsung ke konten utama

I'm Not a Twin ( Part 6 )


6. Aku vs Kanya


Bel berbunyi, pelajaran hari ini telah berakhir. Aku hanya berdiam diri didalam UKS dan menunggu Arya datang menghampiriku.
Disaat mata ku tertuju kepada pintu ruang UKS, terdengar panggilan video call dari aplikasi Line ku.
Dan panggilan itu berasal dari Arya. Dengan cepat aku menekan tombol hijau didalam aplikasi Line.
" Ada apa?" Tanya ku melihat Arya yang sedang berjalan
" Aku nggak bisa nganterin kamu pulang. Karna ada rapat OSIS, kamu gimana? Mau menunggu ku atau pulang duluan?" Terdengar suara Arya dari ujung handphone ku
" Aku bisa pulang sendiri, kan juga ada gojek di Jakarta. Nggak usah khawatir Ya" Ucapku
" Yasudah, aku mau nyiapin sesuatu untuk rapat OSIS dulu ya, nantik kasih kabar kalau udah di rumah!" Ucap Arya dan mematikan sambungan video call.
**
KANYA POV
Hari ini adalah hari untuk membicarakan mengenai kemping anggota OSIS. Kemping dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan OSIS yang baru diangkat beberapa minggu setelah aku menginjak kelas dua SMA.
" Assalammualaikum dan selamat siang, kali ini kita akan membahas tentang kemping yang akan diadakan oleh OSIS"
Arya memulai berbicara, hari ini Arya yang akan memimpin rapat OSIS. Setelah menerangkan beberapa rencana, akhirnya kami masuk ke sesi tanya jawab.
" Tenda yang kita gunakan punya anak Pramuka ?" Tanya Farhan seksi perlengkapan
" Iya, gue udah mintak persetujuan dari Kepsek, dan Kepsek setuju" Ucapku
" Kalian udah mintak persetujuan dari Ketua Pramuka?" Tanya Arya 
Pertanyaan ini sudah menjadi perkiraan ku. Arya akan menanyakan hal ini. Karna Arya satu-satunya anggota OSIS yang berhubungan baik dengan anggota Pramuka.
Di SMA ku, anggota OSIS dan Pramuka sudah dari lama memiliki sebuah konflik. Dan kedua organisasi tersebut tak bisa disatukan. Walaupun ada ikut campur dari tangan Kepala Sekolah.
" Kanya? Udah?" Tanya Arya lagi
" Belum, kenapa harus minta persetujuan mereka? Kepsek kan udah bolehin!" Ucapku
" Ini salah satu hal yang membuat anggota Pramuka tak pernah menyukai kita. Kita seolah-olah berkuasa, dan tak menghargai organisasi mereka" Ucap Arya
" Lo sebenarnya anggota OSIS atau Paramuka sih Ya? Apa karna Kinara ketua Pramuka nya? Jadi lo berpihak kepada Pramuka?" Tanya Putri sekretaris OSIS
" Lo nggak usah bawa-bawa Kinara disini" ucap Arya yang terkesan mulai marah
" Udahlah, masalah kita sama Pramuka biar gue yang ngurus. Sekarang kita bahas, dimana acara kemping akan diadakan?" Tanya ku
" Bandung!!" Teriak semua anggota OSIS
Bandung? Satu kota yang belum pernah aku kunjungi. Satu kota yang belum aku ketahui misteri didalamnya. Karna kota itu, adalah satu-satunya kota yang tak pernah diizinkan oleh kedua orang tua untuk aku kunjungi.
Telah berapa banyak pertanyaan yang ku lontarkan mengenai kota itu. Tapi tetap, mama maupun papa tak ingin membahasnya.
Fix di Bandung kan? " Tanya Arya
" Kalau di Jakarta gimana ?" Tanya ku ragu
" Yah, di Jakarta udah sering kita buat kegiatan. Sekali- sekali kita buat kegiatan di Bandung, lagian hari kita mengadakan kemping juga long weekend. Jadi nggak kan ribet kalau di Bandung"
" Gimana Nya? Lo setuju di Bandung?" Tanya Arya
" Yaudah,terserah aja" Jawabku tak bersemangat
" Okey, kalau gitu gue minta Putri buat surat yang akan kita berikan kepada Kepsek, kita juga minta persetujuan kemping akan dilakukan di Bandung. Jadi setelah rapat ini, inti OSIS akan berbicara dengan kepsek. Yang lain nya, tetap mempersiapkan untuk acara minggu depan ya" Ucap Arya yang mendapatkan anggukan dari seluruh anggota OSIS
KANYA POV END 

**

Langkah kaki ku berjalan meninggalkan ruang UKS. Dengan tangan yang disibukkan dengan menggeserkan layar ponsel untuk membaca cerita di aplikasi wattpad.
" Kinara" Panggil seseorang dan mengampiriku
" Lo?" Tanya ku
" Nanda, lo nggak dengar gue kenalin diri?" Tanya lelaki yang tak aku ingat nama nya
" Maaf, gue sedikit payah masalah mengafal nama. Kenapa?" Tanya ku
" Nggak, gue cuma pengen kenal lo aja. Lo mau pulang?" Tanya lelaki yang bernama Nanda tersebut
" Iya gue pulang. Kenapa?" Tanya ku
" Pulang sama gue aja, lo mau? Gue bawa mobil kok" Ucap Nanda kepadaku
" Nggak usah, gue bisa pulang sendiri." Jawabku
" Gue benar-benar nggak suka loh, kalau ada yang nolak permintaan gue" Ucap Nanda menarik tangan ku pelan
Dengan langkah yang mengikuti Nanda, kini ku berjalan memasuki mobil berwarna hitam tersebut.
" Kanya kembaran lo?" Tanya Nanda yang menyetir mobilnya
" Nggak usah bahas itu. Gue lagi nggak mau bahas itu" Jawabku
" Maaf, gue nggak bermaksud buat lo badmood. Lo ikut organisasi apa di sekolah?"
" Pramuka, lo mau ikut organisasi apa?"
" Lo serius Pramuka? Gue dulunya juga Pramuka. Masih bisa masuk anggota lo nggak?" Tanya Nanda menatapku
" Masih bisa, lo masuk aja keruangan Pramuka besok. Ntar deh, gue bantu" Ucap ku tersenyum
" Okey, thanks ya " Ucap Nanda yang membalas senyuman ku
**
KANYA POV 
Malam ini aku akan berusaha membicarakan mengenai acara kempingku kepada mama.
Disaat mama ingin mencicipi makanan yang telah disediakan, aku mulai berbicara
" Ma?" Panggilku
" Oh iya sayang, Papa dengar ada murid baru disekolahmu. Benar?" Tanya Papa kepadaku
" Maksud Mas anak nya lelaki itu? " Tanya Mama dengan nada yang naik satu oktaf
" Iya, aku tahu dari sekretaris ku. Dia pindah ke Jakarta, dan anak nya sekolah disekolah yang sama dengan Kanya"
" Apa?!" Teriak Mama
" Ada apa sih Ma, Pa? Aku nggak ngerti" Ucap ku
" Siapa teman baru mu itu sayang?" Tanya Mama
" Nama nya Nanda Erlangga Suryo, Ma" Jawaban ku membuat Papa ber-o ria
" Kamu jangan pernah dekat dengan anak baru disekolah mu itu" Ucap Mama
" Mereka kembar ma!" Ucap ku berhati-hati
" Mama tahu. Mama tak menyukai keluarga mereka. Apalagi anak mereka kembar. Jangan pernah dekat dengan mereka, kamu paham?" Tanya Mama
" Alasan nya apa ma? Karna mereka kembar?" Tanya ku
" Tak ada alasan apapun! Intinya jangan pernah dekat dengan mereka"
" Aku butuh alasan ma, agar aku tahu alasan kenapa aku harus menjauhi mereka" Jawabku
" Ini urusan bisnis sayang, jadi kamu dengar semua yang mama mu bilang ya?" Ucap Papa yang membuat ku terdiam
KANYA POV END 

**
Siang ini diadakan rapat Pramuka dadakan. Semua anggota Pramuka kini ada didalam ruangan yang berukuran jauh dari kata besar.
" Kalian pasti udah dengar berita tentang acara OSIS kan?" Tanyaku
" Iya Ra, mereka menggunakan tenda kita tanpa izin dari kita" Ucap Anto
" Iya gue tahu. Tapi hal ini nggak kan terjadi kalau Kepsek nggak memberikan mereka izin." Ucapku
" Lo kayak nggak tahu aja, jelas-jelas Kepsek sangat mendukung acara OSIS, dia mana pernah mikirin organisasi kita" Ucap Tania
" Trus kita gimana sekarang? Kita berdiam diri aja melihat tingkah OSIS itu lagi?" Umpat semua anggota Pramuka
" Gue akan bicara dengan Ketua Osis nya" Ucapan ku tanpa berpikir panjang
" Lo yakin? Mending lo bicara sama Arya aja, dia kan dekat sama lo Nar" Ucap Anto
Otakku kembali berpikir. Aku tak pernah berbicara dengan Kanya. Lalu bagaimana aku bisa menyelesaikan masalah ini jika aku tak berbicara dengan nya?
" Permisi" Terdengar suara diambang pintu
" Nanda?" Panggilku disaat melihat Nanda memasuki ruangan
" Gue mau daftar jadi anggota Pramuka, apa kalian sibuk?" Tanya Nanda
" Sebentar lagi lo kesini ya Nda, kita lagi rapat penting" Jawabku
" Okey, thanks semua" Ucap Nanda meninggalkan ruangan 
**
ARYA POV
Rapat mendadak dilakukan siang ini oleh Ketua OSIS, aku tak tahu kenapa tiba-tiba Kanya ingin mengadakan rapat siang ini.
" Ada apa Nya? Kenapa mendadak?" Tanyaku
" Kemping kita, kita lakukan di Jakarta saja" Ucap Kanya yang membuat seluruh anggota OSIS mengeluh keras
" Kenapa tiba-tiba berubah begini Nya?" Tanya Putri
" Kita kan udah dapat persetujuan dari Kepsek Nya" Ucapku
" Iya gue tahu, tapi gue dengar ada yang nggak dibolehin sama orang tua nya. Jadi gue nggak mau ntar OSIS kena masalah"
" Semua orang tua setuju kok Nya" Jawab Putri
" Nggak, ada orang tua yang nggak setuju. Oke didalam rapat ini kalian semua bilang ortu kalian setuju, tapi kenyataan nya nggak kan? " ucap Kanya dan melanjutkan
" Daripada kita punya resiko dikemudian hari, kita adakan acara nya di Jakarta aja, gue udah pilih tempatnya. Dan masalah ke Kepsek, ntar gue yang urus. " Ucap Kanya
Semua anggota OSIS hanya terdiam dengan keputusan Kanya yang terkesan hanya sepihak. Aku tak mengerti kenapa Kanya tiba-tiba seperti ini. 
ARYA POV END 

**

KANYA POV
Semua anggota OSIS perlahan meninggalkan ruangan. Namun aku tetap membisu, memikirkan kejadian tadi malam bersama mama.
Flashback
" Ma? OSIS mau mengadakan kemping bertujuan untuk menambah rasa kekeluargaan Ma" Ucapku berhati-hati
" Bagus dong sayang, kamu memang Ketua OSIS yang hebat" Ucap Mama yang sedang menonton acara televisi
" Tapi acara nya mau diadakan di Bandung, Ma" Ucapku dengan tangan yang gemeteran
" Apa? Di Bandung? Kamu apa-apan sih Nya?" Suara Mama naik satu oktaf
" Aku tahu mama bakalan ngelarang aku ke Bandung, cuma semua anggota OSIS udah setuju ma, dan Kepsek juga udah kasih persetujuan" Penjelasanku
" Nya, kamu tahu kan dari kamu kecil kamu nggak pernah Mama bolehin kamu ke Bandung? " Tanya Mama
Benar! Dari aku kecil aku belum pernah melihat Kota Bandung. 
" Tapi sekali ini aja Ma, izinin aku ya ma. Kanya nggak bakalan minta apa-apa lagi, ini doang ma. Please?" Bujuk ku berharap mendapatkan persetujuan dari Mama
" Sekali nggak tetap nggak Nya, kamu Ketua OSIS seharusnya kamu bisa memilih pilihan yang  baik buat anggota kamu"
" Pilihan itu baik buat anggota aku, Ma"
" Tapi pilihan itu tak baik buat kamu!" Bentak Mama
" Pokoknya Mama nggak mau tahu, acara kemping kamu itu harus di Jakarta. Masih banyak tempat kemping di Jakarta yang bagus, ngapain harus ke Bandung" Ucap mama dan melanjutkan
" Mama nggak mau kamu pergi ke Bandung dan bohongin Mama, kalau sempat itu terjadi, mama bakalan pindahin kamu ke luar negri. Dan kita semua akan pindah keluar negri. Kamu ngerti? " Tanya Mama mentapku
Flashback end 

Bersambung..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm Not a Twin ( Part 1 )

1.       Rahasia Nama ku Kinara Olivia. Aku seorang gadis yang hari ini berumur tujuh belas tahun. Seorang gadis, yang banyak orang mengatakan, bahwa aku termasuk gadis yang pendiam, jika dilihat dari luar. Namun, aku gadis yang sangat mengasyikkan, jika sudah melihat dari dalam. Untuk pengenalan awal, aku rasa nama ku sudah cukup. Kalian tak perlu tahu, apa status ku, golongan darahku, zodiak ku, bahkan makanan kesukaan ku. Karna semua itu, akan kalian dapatkan dari ceritaku. Sebelum aku memulai untuk bercerita tentang kisahku, izinkan aku menanyakan satu hal kepada kalian. Pernahkah, kalian berpikir, bahwa kehidupan yang kalian jalani, diluar akal sehat? Aku percaya, kalian tak pernah memikirkan hal itu. Namun, di cerita ini, kalian akan mendengar sebuah kisah, yang sulit diterima oleh akal sehat, dan tak memugkinkan untuk terjadi. Tapi, percaya atau tidak percaya, inilah kisahku. ** Pagi ini, cahaya mentari datang ...

Bukan Pemeran Utama ( Part 3 )

Rasa nyaman tak pernah di undang datang nya. Dan ketika ia datang, tak bisa di tolak. Hanya bisa menikmati nya, dan akan membuat hati bertanya. Apakah berhenti dirasa ini, atau akan ada rasa baru yang akan datang? - Ayana Olina Barsha - *** Pagi itu Gevan sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan lamaran nya nantik siang. Gevan sudah menemukan perempuan yang ia anggap layak untuk mendapatkan nya. Sudah beberapa bulan Gevan mendekati cewek yang bernama Dinda Aryani, anak Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas nya.  Dan Gevan yakin, lamaran nya kali ini akan di terima oleh Dinda. Secara mereka sudah sangat dekat dan sering menikmati waktu berdua akhir-akhir ini. Dan tidak ada alasan untuk Dinda menolak cowok tampan yang satu ini.  Berbeda dengan Gevan, Ayana malah di pusingkan dengan pilihan antara dia ke Pekanbaru atau tidak. Kenzio masih belum memastikan kepada Ayana, apakah ia boleh ikut dengan keluarga nya atau tidak...

Bukan Pemeran Utama ( Part 2 )

Ada sesuatu di dalam dirinya yang berbeda dari orang lain. Hal kecil yang mungkin menurut orang lain adalah hal yang biasa, tapi hal itu menjadikan ku memiliki rasa nyaman bila ada di dekatnya.  -Kenzio Daffa Argani-  ** Sebuah cafe yang lumayan besar di kawasan Veteran menjadi pilihan kelima anak muda itu untuk menikmati santapan pada malam hari. Masing-masing mulai memesan makanan yang mereka inginkan, ada yang memesan nasi goreng dan memesan minas saking laparnya.  Sembari menunggu pesanan, Ayana teringat dengan percakapan nya dengan Ken di atas motor di saat perjalanan dari toko kue sampai cafe tersebut. Ken bercerita tentang Pekanbaru, tentang hubungan nya yang kandas, dan sesekali memberikan masukan kepada Ayana untuk mempertahankan hubungan jarak jauh nya dengan Juan.  Malam itu Ayana menyadari, bahwa Ken adalah teman yang asyik di ajak ngobrol, karna setiap kali dua insan itu membicarakan suatu topik, mereka sama-sama ...